berita
berita

|

BMKG Palangka Raya Menjadi Narasumber dalam Pelatihan CCAM (Climate Change Adaptation Modality)

												

PALANGKA RAYA - (Senin, 2/10/2023). BMKG Kalteng sebagai Narasumber Kegiatan Pelatihan CCAM (Climate Change Adaptation Modality) dalam Program Konservasi Mawas melalui projek CISU (Civilsamfund I Udvikling) yang merupakan salah satu program pelaksanaan dari Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) di Kalimantan Tengah, yang ditujukan untuk melakukan konservasi orangutan dan habitatnya. Kawasan Bekas Proyek Pembangunan Lahan Gambut (PLG) yang mengalami pengeringan gambut berkontribusi pada timbulnya situasi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta banjir. Keadaan ini membawa risiko serius bagi mata pencaharian penduduk setempat, kesejahteraan manusia dan juga menyebabkan gangguan pada layanan ekosistem yang krusial. Masyarakat lokal umumnya memiliki akses terbatas pada pendidikan, sehingga mereka memiliki pemahaman terbatas mengenai akar penyebab dan dampak perubahan iklim serta pengetahuan terbatas tentang cara menangani, beradaptasi dan mengantisipasi tantangan-tantangan ini. Upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim dimulai dengan pembentukan pemahaman mendalam tentang situasi iklim saat ini dan perkembangan potensi dampaknya seiring berjalannya waktu. Inisiatif ini berfokus pada integrasi pengetahuan ilmiah dengan pengetahuan yang dimiliki masyarakat, guna memudahkan analisis, identifikasi dan pelaksanaan strategi adaptasi serta respons terhadap perubahan iklim dan potensi bencana iklim di masa mendatang. Selain itu, upaya ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan dukungan dari lembaga pemerintah dalam pengurangan risiko bencana. Tujuan Utama kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas penyerapan, adaptif dan antisipatif terhadap perubahan iklim di antara Masyarakat Adat dan Komunitas Lokal yang rentan terhadap perubahan iklim di desa sekitar area Mawas, Kalimantan Tengah. Kegiatan Pelatihan CCAM mengembangkan beberapa aktivitas kegiatan berkenaan dengan “Peningkatan Kapasitas Ketahanan, Adaptasi dan Antisipasi Perubahan Iklim dan Bencana Iklim pada Masyarakat yang Rentan terhadap Perubahan iklim”, di area kerja Program Konservasi Mawas di Kecamatan Mantangai (Desa Tbg. Muroi, Tbg. Mangkutub, Mantangai Hulu) dan Kecamatan Dusun Hilir (Desa Sei Jaya, Batilap). Pada Kesempatan ini Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut menjadi narasumber dalam pelatihan ini. Pelatihan tentang “Risiko dan Dampak Iklim, serta Bagaimana Memprediksi Sumber dan Faktor untuk Memproyeksi Kondisi Iklim”. Penguatan kapasitas diantaranya Pelatihan risiko dan dampak iklim serta prakiraan iklim, pelatihan interpretasi dan sumber proyeksi iklim, dengan fokus khusus pada lokasi desa sasaran serta pengenalan alat-alat pengamatan meteorologi langsung di Taman Alat Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut. Harapannya, kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) yaitu peningkatan pengetahuan dan kesadaran iklim, meningkatkan ketahanan iklim serta mampu mengantisipasi dan menanggapi perubahan maupun bencana iklim kepada masyarakat dari desa sasaran tersebut menjadi Desa Tangguh Bencana.